Forum Perpustakaan Khusus Indonesia

SEJARAH

Pada tanggal  7 November 2000 dibukalah Musyawarah Nasional dan Seminar Ilmiah Forum Perpustakaan Khusus (FPK), sebagai tindak lanjut hasil Forum Komunikasi Pembinaan Perpustakaan Khusus (FKPPK), yang diselenggarakan setahun lalu pada tanggal 9-10 November 1999. Kepala Perpustakaan Nasional RI, dalam sambutannya mengemukakan bahwa pertemuan professional yang berlangsung selama tiga hari, 7-9 November 2000 di Wisma Kinasih, Bogor, memiliki arti penting dan strategis. Dalam memasuki milenium ketiga yang penuh tantangan dan peluang, serta di dalam menghadapi pelaksanaan otonomi daerah, hal tersebut akan berpengaruh pada berbagai kegiatan pemerintah dan pembangunan, termasuk di bidang perpustakaan khusus yang berfungsi menyelenggarakan jasa Informasi guna mendukung lembaga induknya yang pemerintah maupun yang swasta. Melalui pertemuan professional ini juga dimaksudkan sebagai wahana untuk meningkatkan kerjasama antar perpustakaan khusus secara optimal. 

Musyawarah yang bertemakan “Meningkatkan Peran Perpustakaan Khusus dalam Menyongsong Otonomi Daerah dan Milenium Ketiga”, diharapkan dapat mencapai dua sasaran sekaligus. Pertama, terselenggaranya Seminar Ilmiah yang mengasilkan beberapa pembicara. Kedua, pembetukan pengurus Forum Perpustakaan Khusus yang pertama, di samping pembahasan konsep Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Forum Perpustakaan Khusus serta program-program kegiatannya. Musyawarah diikuti oleh sekitar 200 orang dari berbagai perpustakaan khusus di seluruh Indonesia. Pada kesempatan ini berkenan membuka acara Soerjadi Soedirdja, Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah. Tampil sebagai pembicara profesional perpustakaan dari Menpan, Kejaksaaan Agung, Sulistyo dari BPPT, Utami B. Hariyadi dari Price Waterhouse Coopers, Harkrisyati Kamil dari British Council, dan Tisyo Haryono dari Pustaka, Bogor.

PERKEMBANGAN

Forum Perpustakaan Khusus Indonesia telah berusia 12 tahun dan sudah mengadakan munas sebanyak 4 kali yang berlangsung di beberapa kota seperti Bogor, Jakarta, Bandung dan Solo. Kegiatan seminar dan munas ini bertujuan untuk membahas peran perpustakaan yang berkaitan erat dengan layanan publik yang merupakan salah satu elemen dalam pelaksanaan program reformasi birokrasi. Penerapan reformasi birokrasi yang saat ini masih dalam proses penyusunan, nantinya akan berdampak pada perubahan pengukuran kinerja pustakawan dan standar layanan perpustakaan kepada pemustaka.

Dalam Seminar dan Munas FPKI ke-4, 27-29 November 2013 di Solo, telah terpilih Ibu Ramatun Anggraini Kiemes (Kepala Bidang Perpustakaan) dari BPPK sebagai Ketua Umum FPKI Periode 2013-2016. Sementara itu, Sekretaris Jenderal FPKI adalah Sdr. Wahyu Kumoro (Perpustakaan Ali Alatas Kemenlu).   

Dalam awal perkembangannya FPKI melakukan pendekatan secara intensif kepada Para Pustakawan dan Pengelola Perpustakaan Kementerian/Lembaga yang dirasakan lebih banyak berperan dalam FPKI. Meskipun yang termasuk dalam lingkup FPKI sangatlah luas. Tahap awal di lakukan dengan jalan mengadakan kegiatan di tiap Perpustakaan K/L dengan turut saling mengundang Perpustakaan lainnya. Mengingat isu-isu yang dibahas memiliki korelasi satu sama lain.

AGENDA

  1. Seminar dan Musyarawah Nasional ke-5 Forum Perpustakaan Khusus Indonesia, diadakan di Jakarta, 27 Oktober 2016, bertempat di Ruang Theater, Gedung A, Perpustakaan Nasional RI.
  2. Konferensi Internasional ke-5 ICoASL 2017, Penyelenggara Special Library Association (SLA) Asia dan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, tanggal 10-12 Mei 2017 di Yogyakarta. (Tentative)